Perangkat Ajar Deep Learning Bahasa Jawa Kelas 2 SD/MI Kurikulum Merdeka

modulajarku.com – Implementasi Kurikulum Merdeka pada tahun ajaran 2025/2026 semakin menekankan pembelajaran mendalam atau deep learning. Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada penguasaan konsep dasar, tetapi juga kemampuan menghubungkan pengetahuan dengan konteks nyata.

Pada mata pelajaran Bahasa Jawa untuk Kelas 2 SD/MI, penerapan deep learning menjadi sangat penting untuk memperkuat literasi bahasa daerah, pengembangan budi pekerti, dan pelestarian budaya.

Perangkat ajar menjadi instrumen utama yang membantu guru merancang pengalaman belajar yang terpadu dan bermakna.

Artikel ini membahas secara komprehensif Perangkat Ajar Deep Learning Bahasa Jawa Kelas 2 SD/MI yang selaras dengan Capaian Pembelajaran (CP) Kurikulum Merdeka 2025/2026, mencakup komponen inti, prinsip penyusunan, strategi implementasi, dan contoh penerapannya di kelas.

Download Perangkat Ajar Deep Learning Bahasa Jawa Kelas 2 SD/MI Kurikulum Merdeka

Bagi yang membutuhkan perangkat ajar Bahasa Jawa untuk Kelas 2 SD/MI silahkan unduh melalui tautan yang kami sediakan di bawah ini:

Dapatkan juga: Modul Ajar Bahasa Jawa Kelas 2 SD Deep Learning

Landasan Kurikulum Merdeka dan Capaian Pembelajaran Bahasa Jawa 2025/2026

Kurikulum Merdeka mengedepankan fleksibilitas, diferensiasi, dan penguatan kompetensi esensial. Pada mata pelajaran Bahasa Jawa, Capaian Pembelajaran untuk fase A (kelas 1–2) menekankan beberapa aspek utama sebagai berikut:

  1. Kemampuan dasar berbahasa lisan, seperti mendengarkan, memahami, dan merespons tuturan dalam konteks sehari-hari.
  2. Kemampuan membaca permulaan dalam aksara Latin berbahasa Jawa.
  3. Penguatan keterampilan menulis sederhana, termasuk menyalin dan menulis kata atau kalimat pendek.
  4. Pemahaman nilai-nilai budaya Jawa, termasuk unggah-ungguh basa, tembang dolanan, dan ekspresi tradisional.
  5. Pembentukan karakter melalui nilai kesantunan, gotong royong, dan hormat kepada orang tua serta guru.

Menurut penelitian linguistik pendidikan dasar, paparan bahasa daerah pada usia 6–8 tahun terbukti memperkuat memori fonologis dan meningkatkan kepekaan budaya lokal. Hal ini sejalan dengan arah kebijakan Kemendikbudristek yang mendorong penggunaan bahasa daerah sebagai bagian identitas budaya bangsa.

Konsep Deep Learning dalam Pembelajaran Bahasa Jawa

Deep learning dalam konteks pendidikan bukan sekadar penggunaan teknologi, tetapi pendekatan pembelajaran mendalam yang memungkinkan siswa memahami konsep secara utuh, menghubungkan makna, dan menerapkan pengetahuan dalam situasi baru.

Pada Bahasa Jawa Kelas 2 SD/MI, deep learning diwujudkan melalui:

  1. Keterkaitan antar materi, misalnya pengenalan kosa kata dikaitkan dengan konteks budaya.
  2. Pembelajaran berbasis aktivitas, seperti bermain peran, menyanyikan tembang dolanan, atau mendongeng.
  3. Refleksi dan pemaknaan pengalaman belajar untuk memperkuat karakter.
  4. Kolaborasi antar siswa, baik dalam kelompok kecil maupun diskusi terbimbing.
  5. Pembelajaran yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Pendekatan ini memungkinkan siswa tidak hanya memahami Bahasa Jawa, tetapi juga merasakan manfaat nyata dalam kehidupan mereka. Misalnya, siswa belajar menggunakan unggah-ungguh basa dalam percakapan sehari-hari dengan guru dan orang yang lebih tua.

Komponen Utama Perangkat Ajar Deep Learning Bahasa Jawa Kelas 2

Setiap perangkat ajar harus memenuhi standar struktur Kurikulum Merdeka. Berikut komponen lengkap perangkat ajar:

A. Capaian Pembelajaran (CP) Kelas 2 2025/2026

Capaian pembelajaran menjadi rujukan utama dalam merumuskan tujuan pembelajaran. CP Bahasa Jawa fase A meliputi:

  1. Keterampilan menyimak dongeng atau cerita pendek berbahasa Jawa sederhana.
  2. Kemampuan merespons pertanyaan berdasarkan cerita.
  3. Kemampuan membaca kata dan kalimat pendek dalam bahasa Jawa sederhana.
  4. Keterampilan menulis atau menyalin kalimat sederhana.
  5. Pemahaman tentang unggah-ungguh basa tingkat dasar seperti kromo dan ngoko.

CP ini disusun untuk membangun literasi awal yang kuat dan menciptakan lingkungan belajar yang menghargai budaya daerah.

B. Tujuan Pembelajaran (TP)

Tujuan Pembelajaran disusun secara operasional dan terukur. Contoh TP meliputi:

  1. Siswa mampu mengenali kosa kata Jawa tentang anggota keluarga.
  2. Siswa dapat membaca kalimat sederhana dengan lafal yang benar.
  3. Siswa dapat menyanyikan tembang dolanan dengan lantang dan benar.
  4. Siswa mampu memperagakan unggah-ungguh basa saat berbicara dengan guru.

C. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

ATP merupakan urutan kompetensi yang akan dipelajari siswa sepanjang satu semester. ATP Bahasa Jawa mencakup keterampilan menyimak, berbicara, membaca, menulis, dan apresiasi budaya. Urutan pembelajaran disusun bertahap agar setiap kompetensi saling mendukung dan mempermudah pencapaian CP.

D. Modul Ajar

Modul ajar berisi langkah-langkah pembelajaran lengkap seperti:

  1. Identitas modul
  2. Profil pelajar Pancasila
  3. Sarana dan prasarana
  4. Model pembelajaran
  5. Langkah pembelajaran terperinci
  6. Diferensiasi pembelajaran
  7. Penilaian formatif dan sumatif
  8. Lembar kerja peserta didik (LKPD)
  9. Media pembelajaran pendukung

Modul ajar harus mengintegrasikan aktivitas deep learning seperti diskusi kelompok, pemecahan masalah, dan refleksi.

E. Bahan Ajar

Bahan ajar dapat berupa:

  1. Cerita rakyat Jawa
  2. Tembang dolanan seperti Gundhul-gundhul Pacul atau Sluku-sluku Bathok
  3. Kartu kosa kata
  4. Video pembelajaran
  5. Cerita bergambar

F. Asesmen

Asesmen mencakup:

  1. Penilaian formatif seperti kuis singkat atau pengamatan guru.
  2. Penilaian sumatif berupa tes akhir materi atau proyek kecil.
  3. Asesmen autentik melalui performa siswa dalam bermain peran.

Data pendidikan menunjukkan bahwa asesmen autentik meningkatkan retensi belajar hingga 40 persen lebih baik dibandingkan tes pilihan ganda. Hal ini sangat relevan untuk mata pelajaran bahasa yang menekankan praktik berbahasa.

Strategi Implementasi Deep Learning dalam Pembelajaran Bahasa Jawa

Guru dapat menerapkan strategi berikut:

  1. Pembelajaran Berbasis Proyek

Misalnya proyek membuat buku mini tentang keluarga dalam Bahasa Jawa. Siswa menulis nama anggota keluarga, menggambar, dan menceritakan kembali.

  1. Bermain Peran (Role Play)

Siswa mempraktikkan dialog sederhana seperti salam, permintaan tolong, atau perkenalan diri menggunakan unggah-ungguh basa.

  1. Pembelajaran Kontekstual

Siswa belajar kosa kata seputar benda-benda di kelas atau rumah. Guru dapat membawa benda konkret agar pembelajaran lebih bermakna.

  1. Integrasi Musik dan Gerakan

Tembang dolanan membantu siswa mengingat kosa kata karena melibatkan ritme dan gerak. Aktivitas ini juga meningkatkan koordinasi dan keberanian tampil.

  1. Diferensiasi Pembelajaran

Guru menyediakan variasi aktivitas, misalnya siswa yang cepat memahami dapat membaca teks lebih kompleks, sedangkan siswa yang masih kesulitan diberikan pendampingan fonetik.

Contoh Modul Ajar Ringkas

Tema: Anggota Keluarga
CP: Memahami kosa kata keluarga dan menggunakan dalam kalimat sederhana
Waktu: 2 pertemuan @ 35 menit

Kegiatan Pembelajaran:

  1. Apersepsi: Guru menunjukkan gambar keluarga dan mengajak siswa menyebut nama anggota keluarga dalam Bahasa Jawa.
  2. Kegiatan Inti:
    • Menyimak cerita pendek tentang keluarga.
    • Latihan membaca kata seperti ibu, bapak, mbah, adhik.
    • Bermain peran memperkenalkan anggota keluarga.
  3. Penutup: Siswa menuliskan satu kalimat tentang keluarganya.
  4. Asesmen: Pengamatan performa membaca dan bermain peran.

Penguatan Profil Pelajar Pancasila

Pembelajaran Bahasa Jawa sangat mendukung penguatan profil pelajar Pancasila terutama dalam aspek:

  1. Berkebhinekaan global melalui pelestarian bahasa daerah.
  2. Beriman dan berakhlak mulia melalui unggah-ungguh basa.
  3. Kreatif melalui aktivitas tembang, mendongeng, dan bermain peran.
  4. Gotong royong melalui kegiatan kelompok.

Rekomendasi Implementasi di Sekolah

Agar perangkat ajar berjalan secara efektif, sekolah dapat menerapkan langkah berikut:

  1. Menyediakan buku dan media pembelajaran Bahasa Jawa yang menarik.
  2. Mengadakan pelatihan guru terkait pendekatan deep learning.
  3. Mengintegrasikan pembelajaran Bahasa Jawa dengan kegiatan ekstrakurikuler budaya daerah.
  4. Mendorong keterlibatan orang tua dalam pembiasaan berbahasa di rumah.
  5. Melakukan supervisi akademik untuk memantau kualitas implementasi modul ajar.

Perangkat Ajar Deep Learning Bahasa Jawa Kelas 2 SD/MI Kurikulum Merdeka CP 2025/2026 merupakan instrumen penting dalam membangun kompetensi berbahasa serta kecintaan siswa terhadap budaya lokal.

Pembelajaran yang dirancang dengan prinsip deep learning memungkinkan siswa memahami Bahasa Jawa secara mendalam, bermakna, dan berkelanjutan.

Melalui perangkat ajar yang terstruktur, strategi pembelajaran yang tepat, serta asesmen yang autentik, guru dapat menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan dan relevan bagi siswa.

Penguatan literasi bahasa daerah sejak dini menjadi investasi penting untuk menciptakan generasi muda yang berkarakter, berbudaya, dan beridentitas kuat sebagai bagian dari bangsa Indonesia.

Jika anda merasa mendapatkan manfaat, jadilah aliran rezeki dengan berdonasi untuk kemajuan website ini, silahkan kirimkan ke:

Terima kasih atas partisipasinya, semoga menjadi keberkahan bagi kami dan Anda semua.

Modul Ajar Terkait
PROTA Bahasa Indonesia Kelas 10 SMA/MA

PROTA Bahasa Indonesia Kelas 10 SMA/MA

PROSEM Bahasa Indonesia Kelas 10 SMA/MA

PROSEM Bahasa Indonesia Kelas 10 SMA/MA

KKTP Bahasa Indonesia Kelas 10 SMA/MA

KKTP Bahasa Indonesia Kelas 10 SMA/MA

CP Bahasa Indonesia Kelas 10 SMA/MA

CP Bahasa Indonesia Kelas 10 SMA/MA

ATP Bahasa Indonesia Kelas 10 SMA/MA

ATP Bahasa Indonesia Kelas 10 SMA/MA

PROTA Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP/MTs

PROTA Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP/MTs