Perangkat Ajar Deep Learning Bahasa Jawa Kelas 1 SD/MI Kurikulum Merdeka

modulajarku.com – Perangkat ajar merupakan komponen penting dalam proses pembelajaran karena berfungsi sebagai panduan sistematis bagi guru untuk mencapai tujuan pendidikan yang sudah ditetapkan.

Pada Kurikulum Merdeka, perangkat ajar dirancang lebih fleksibel dan berorientasi pada pembelajaran bermakna. Salah satu mata pelajaran yang membutuhkan perangkat ajar berkualitas adalah Bahasa Jawa, terutama untuk kelas 1 SD/MI.

Dengan hadirnya pendekatan Deep Learning dan penyelarasan Capaian Pembelajaran (CP) tahun 2025/2026, perangkat ajar Bahasa Jawa perlu disusun secara lebih komprehensif, terukur, dan adaptif terhadap kebutuhan peserta didik.

Artikel ini membahas secara mendalam konsep, struktur, dan penerapan perangkat ajar Bahasa Jawa kelas 1 SD/MI sesuai Kurikulum Merdeka.

Pembahasan juga mencakup bagaimana prinsip Deep Learning diterapkan untuk menumbuhkan kemampuan berbahasa, berpikir kritis, dan berbudaya pada peserta didik sejak usia dasar.

Download Perangkat Ajar Deep Learning Bahasa Jawa Kelas 1 SD/MI Kurikulum Merdeka

Bagi yang membutuhkan perangkat ajar Bahasa Jawa untuk Kelas 1 SD/MI silahkan unduh melalui tautan yang kami sediakan di bawah ini:

Pemahaman Konsep Perangkat Ajar

Perangkat ajar adalah sekumpulan dokumen pembelajaran yang mencakup modul ajar, rencana asesmen, bahan ajar, serta instrumen evaluasi.

Pada Kurikulum Merdeka, perangkat ajar menjadi lebih fleksibel sehingga guru dapat membuat, memodifikasi, atau mengombinasikan berbagai sumber sesuai kebutuhan belajar siswa.

Untuk mata pelajaran Bahasa Jawa kelas 1, perangkat ajar berperan penting dalam menanamkan kecintaan pada bahasa daerah serta pelestarian budaya lokal.

Capaian Pembelajaran (CP) Bahasa Jawa Kelas 1 SD/MI 2025/2026

Capaian Pembelajaran terbaru memberi arah yang jelas tentang kemampuan minimal yang diharapkan setelah satu fase pembelajaran selesai. Pada Bahasa Jawa kelas 1, CP tahun ajaran 2025/2026 menitikberatkan pada empat aspek utama.

Pertama, aspek menyimak. Peserta didik mampu memahami instruksi, dongeng pendek, dan percakapan sederhana dalam Bahasa Jawa ngoko. Penyimakan menjadi landasan penting karena anak usia dini masih dalam tahap perkembangan bahasa reseptif.

Kedua, aspek berbicara. Peserta didik mampu mengenalkan diri, menyampaikan keinginan, dan merespons pertanyaan dengan menggunakan bahasa Jawa ngoko lugu. Kemampuan berbicara diasah melalui dialog interaktif yang dipandu guru.

Ketiga, aspek membaca permulaan. Peserta didik dikenalkan pada aksara Jawa secara bertahap namun lebih fokus pada teks Latin berbahasa Jawa agar proses literasi lebih mudah dicapai. Pembelajaran membaca dilakukan melalui kata sederhana dan konteks dekat kehidupan anak.

Keempat, aspek menulis permulaan. Peserta didik mampu menyalin kata sederhana berbahasa Jawa, seperti jeneng kéwan, tetuwuhan, lan barang ing sekitar. Kegiatan menulis dilakukan melalui latihan pengulangan dan contoh visual.

Konsep Deep Learning dalam Pembelajaran Bahasa Jawa

Deep Learning dalam konteks pendidikan bukan merujuk pada kecerdasan buatan, melainkan pembelajaran mendalam yang menekankan proses memahami makna, menghubungkan konsep, dan menerapkan pengetahuan dalam situasi nyata.

Dalam pembelajaran Bahasa Jawa untuk kelas 1, Deep Learning dapat diterapkan melalui beberapa strategi.

Pertama, pembelajaran kontekstual. Guru menghadirkan situasi yang dekat dengan kehidupan siswa, seperti obrolan keluarga, permainan tradisional, dan kegiatan sekolah. Hal ini memperkuat proses internalisasi konsep bahasa.

Kedua, eksplorasi budaya. Pembelajaran tidak hanya berfokus pada bahasa, tetapi juga pada budaya Jawa, seperti tembang dolanan, pakaian adat, dan ungkapan sopan santun. Pengembangan karakter budaya dilakukan melalui aktivitas praktik.

Ketiga, refleksi sederhana. Siswa dilatih untuk menceritakan kembali pengalaman belajar menggunakan Bahasa Jawa dalam kalimat pendek. Refleksi dapat berupa jawaban lisan atau gambar.

Keempat, kolaborasi. Guru mendorong aktivitas belajar berpasangan atau berkelompok kecil untuk melatih kemampuan komunikasi. Kolaborasi memperkuat proses interaksi bahasa secara alami.

Struktur Perangkat Ajar Bahasa Jawa Kelas 1 SD/MI

Perangkat ajar Bahasa Jawa sesuai Kurikulum Merdeka terdiri dari beberapa komponen utama yang saling terintegrasi.

Komponen pertama adalah modul ajar. Dokumen ini berisi tujuan pembelajaran, alur aktivitas, materi pokok, serta asesmen yang akan dilakukan. Modul ajar disusun per topik seperti ngenal anggota badan, benda di kelas, dan lingkungan sekolah.

Komponen kedua adalah lembar kerja peserta didik. Lembar ini memuat aktivitas latihan seperti mewarnai gambar, mencocokkan kata, dan menyalin kata sederhana. Lembar kerja membantu guru melakukan evaluasi formatif.

Komponen ketiga yaitu media pembelajaran. Media dapat berupa gambar, kartu kata, video pendek, dan rekaman suara. Media visual dan audio membantu anak memahami bahasa secara lebih mudah.

Komponen keempat adalah instrumen asesmen. Asesmen dilakukan secara observasi, unjuk kerja, atau portofolio. Guru mencatat perkembangan bahasa siswa secara bertahap dan memberikan umpan balik.

Komponen kelima adalah bahan pendukung guru. Bahan ini meliputi pedoman penggunaan Bahasa Jawa ngoko lugu, rekomendasi cerita rakyat sederhana, serta contoh percakapan untuk praktik.

Prinsip Penyusunan Perangkat Ajar

Dalam menyusun perangkat ajar Bahasa Jawa kelas 1, terdapat beberapa prinsip penting agar selaras dengan kurikulum dan kebutuhan siswa.

Pertama, relevansi. Materi yang dipilih harus sesuai dengan perkembangan usia dan pengalaman keseharian siswa. Guru perlu menghindari struktur bahasa yang terlalu kompleks.

Kedua, keterpaduan. Perangkat ajar harus mengintegrasikan aspek bahasa, budaya, dan karakter. Pembelajaran tidak hanya fokus pada kosakata tetapi juga nilai unggah-ungguh.

Ketiga, fleksibilitas. Perangkat ajar dapat disesuaikan dengan kondisi kelas, lingkungan sekolah, dan kemampuan siswa. Pengayaan diberikan bagi siswa yang membutuhkan tantangan tambahan.

Keempat, kesinambungan. Pembelajaran disusun bertahap dari yang paling sederhana menuju yang lebih kompleks. Kesinambungan menjaga perkembangan literasi berbahasa Jawa secara alami.

Kelima, kebermaknaan. Pembelajaran harus memberikan pengalaman belajar yang bermakna, sehingga anak merasa bahwa Bahasa Jawa adalah bagian penting dari identitas budaya mereka.

Contoh Alur Pembelajaran Berbasis Deep Learning

Untuk memastikan implementasi perangkat ajar berjalan optimal, berikut contoh alur pembelajaran pada topik ngenal anggota badan.

Pada tahap pertama, guru menggunakan media gambar tubuh manusia berbahasa Jawa dan mengenalkan kosakata seperti sirah, tangan, sikil, lan kuping.

Tahap kedua, siswa diminta mengamati anggota tubuh masing-masing dan menyebutkannya. Guru memberikan model pengucapan yang benar.

Tahap ketiga, siswa bekerja berpasangan untuk menunjuk anggota tubuh dan menyebutkan namanya. Aktivitas kolaboratif ini memperkuat kemampuan berbicara.

Tahap keempat, guru menyampaikan cerita pendek mengenai kegiatan anak Jawa di rumah. Siswa menyimak dan kemudian menjawab pertanyaan sederhana.

Tahap kelima, siswa menyalin tiga kosakata anggota tubuh dalam lembar kerja. Ini merupakan tahap penguatan literasi.

Tahap keenam, guru melakukan asesmen formatif melalui observasi. Guru memberi catatan perkembangan setiap siswa.

Strategi Evaluasi Pembelajaran

Evaluasi penting untuk mengetahui sejauh mana CP telah tercapai. Evaluasi dilakukan melalui tiga bentuk asesmen.

Asesmen diagnostik dilakukan pada awal pembelajaran untuk memetakan kemampuan awal siswa. Guru dapat bertanya singkat tentang kosakata yang sudah dikenal.

Asesmen formatif dilakukan di tengah pembelajaran melalui aktivitas tanya jawab, proyek kecil, atau lembar kerja. Evaluasi formatif memberi informasi perkembangan harian.

Asesmen sumatif dilakukan pada akhir topik atau akhir semester. Bentuk asesmen dapat berupa praktik berbicara, membaca kata sederhana, atau menyalin kalimat pendek.

Peran Guru dalam Pembelajaran Bahasa Jawa

Guru memiliki peran sentral dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung. Guru harus menjadi teladan dalam penggunaan Bahasa Jawa yang benar. Guru juga perlu menguasai variasi bahasa Jawa ngoko lugu agar siswa terbiasa dengan struktur yang sederhana.

Guru juga menjadi fasilitator yang membantu siswa membangun pemahaman melalui aktivitas eksploratif. Guru mendorong siswa aktif berbicara tanpa takut salah. Selain itu, guru memberikan penguatan karakter seperti sikap hormat, santun, dan bangga budaya.

Implementasi di Sekolah

Penerapan perangkat ajar membutuhkan dukungan sekolah. Sekolah dapat menyediakan pojok literasi Bahasa Jawa, poster kosakata, dan media visual lainnya. Kolaborasi antar guru juga penting untuk memastikan konsistensi pembelajaran dari kelas ke kelas.

Sekolah dapat melibatkan orang tua dalam pembiasaan bahasa di rumah. Informasi mengenai kosakata yang sedang dipelajari dapat dikirimkan agar orang tua dapat membantu penguatan di rumah.

Perangkat ajar Bahasa Jawa kelas 1 SD/MI yang selaras dengan Kurikulum Merdeka dan Capaian Pembelajaran 2025/2026 memiliki peran strategis dalam mempersiapkan generasi muda yang berbahasa baik, berbudaya, dan berkarakter.

Penerapan prinsip Deep Learning memastikan pembelajaran tidak hanya berfokus pada hafalan kosakata, tetapi juga pada pemahaman mendalam dan aplikasi nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan perangkat ajar yang tersusun sistematis, guru dapat menciptakan pembelajaran yang menyenangkan, bermakna, dan relevan bagi peserta didik.

Jika anda merasa mendapatkan manfaat, jadilah aliran rezeki dengan berdonasi untuk kemajuan website ini, silahkan kirimkan ke:

Terima kasih atas partisipasinya, semoga menjadi keberkahan bagi kami dan Anda semua.

Modul Ajar Terkait
PROTA Informatika Kelas 10 SMA/MA

PROTA Informatika Kelas 10 SMA/MA

KKTP Informatika Kelas 10 SMA/MA

KKTP Informatika Kelas 10 SMA/MA

CP Informatika Kelas 10 SMA/MA

CP Informatika Kelas 10 SMA/MA

ATP Informatika Kelas 10 SMA/MA

ATP Informatika Kelas 10 SMA/MA

PROTA Informatika Kelas 9 SMP/MTs

PROTA Informatika Kelas 9 SMP/MTs

PROSEM Informatika Kelas 9 SMP/MTs

PROSEM Informatika Kelas 9 SMP/MTs