modulajarku.com – Bayangkan sebuah kelas yang bukan hanya tempat menghafal rumus matematika atau definisi sejarah, tapi juga ruang di mana siswa diajak berpikir kritis, bekerja sama, peduli lingkungan, dan punya identitas kebangsaan yang kuat.
Nah, inilah yang coba diwujudkan lewat Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dalam Kurikulum Merdeka. Bukan sekadar “tambahan kegiatan sekolah”, P5 adalah program pembelajaran lintas disiplin yang bertujuan membentuk pelajar Indonesia yang berkarakter sesuai nilai-nilai Pancasila.
Kalau kamu guru, orang tua, atau siswa, artikel ini akan mengupas tuntas P5 dengan bahasa yang ringan tapi tetap detail.
Menurut Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), P5 adalah pembelajaran berbasis proyek yang dirancang untuk:
P5 menjadi bagian penting dalam implementasi Kurikulum Merdeka dan bersifat lintas mata pelajaran, sehingga guru dari berbagai bidang bisa berkolaborasi.
Di era digital seperti sekarang, anak-anak tidak cukup hanya pintar berhitung atau menguasai teori. Mereka juga perlu:
P5 hadir sebagai jawaban atas tantangan ini. Dengan mengintegrasikan nilai Pancasila ke dalam pembelajaran, sekolah diharapkan melahirkan generasi yang cerdas sekaligus berkarakter.
Agar pelaksanaannya tidak sekadar formalitas, P5 memiliki prinsip utama:
Ada 6 dimensi utama yang jadi pondasi Profil Pelajar Pancasila:
Setiap proyek P5 harus mengarah pada penguatan minimal satu dari dimensi di atas.
Kemendikbud sudah menyiapkan berbagai tema yang bisa dipilih sekolah sesuai jenjang pendidikan. Beberapa di antaranya:
Pelaksanaan P5 bisa bervariasi, tetapi umumnya melalui langkah berikut:
1. Pemilihan Tema
Guru dan sekolah memilih tema sesuai konteks lokal dan kebutuhan siswa.
2. Perencanaan Proyek
Menyusun modul proyek, menentukan tujuan, jadwal, dan indikator pencapaian.
3. Pelaksanaan
Siswa bekerja dalam kelompok, melakukan riset, diskusi, eksperimen, hingga presentasi.
4. Refleksi dan Presentasi
Siswa menyampaikan hasil proyek di depan kelas atau masyarakat sekitar.
5. Evaluasi
Guru menilai berdasarkan proses, produk, dan dampak terhadap perkembangan karakter siswa.
Tidak bisa dipungkiri, pelaksanaan P5 punya tantangan, seperti:
Berdasarkan data Kemendikbudristek (2023), sekolah yang menerapkan P5 secara konsisten menunjukkan:
Artinya, P5 bukan sekadar teori, tetapi benar-benar memberi dampak nyata.
Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) adalah salah satu inovasi penting dalam Kurikulum Merdeka. Program ini membantu siswa belajar secara autentik, kontekstual, dan berkarakter, sesuai cita-cita membentuk Pelajar Pancasila yang siap menghadapi masa depan.
Sebagai guru, orang tua, atau siswa, mari jadikan P5 bukan hanya kegiatan formalitas, tapi ruang kreatif untuk membentuk generasi emas Indonesia 2045.
👉 Ingin tahu lebih dalam? Baca juga artikel kami tentang Capaian Pembelajaran Kurikulum Merdeka.
1. Apa itu P5 dalam Kurikulum Merdeka?
P5 adalah Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, program pembelajaran berbasis proyek lintas disiplin untuk membentuk karakter sesuai nilai Pancasila.
2. Apakah P5 wajib di semua sekolah?
Ya, P5 merupakan bagian dari Kurikulum Merdeka yang diterapkan di jenjang SD, SMP, SMA/SMK.
3. Berapa kali P5 dilakukan dalam setahun?
Tergantung jenjang. Misalnya, di SMP minimal 2 proyek per tahun, sementara SMA/SMK minimal 3 proyek.
4. Apa bedanya P5 dengan kegiatan ekstrakurikuler?
Ekstrakurikuler bersifat pilihan, sedangkan P5 wajib dan terintegrasi dengan kurikulum.
5. Apakah ada modul khusus untuk P5?
Ya, Kemendikbud menyediakan modul P5, namun guru juga bisa mengembangkan sesuai konteks lokal.