modulajarku.com – Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan salah satu bentuk penelitian yang banyak dilakukan oleh guru untuk memperbaiki kualitas pembelajaran di sekolah. Melalui penelitian ini, guru dapat mengidentifikasi permasalahan yang terjadi di kelas, menerapkan tindakan perbaikan, serta mengevaluasi hasilnya secara sistematis. Agar hasil penelitian dapat dipahami dan dipertanggungjawabkan secara ilmiah, diperlukan laporan penelitian yang disusun berdasarkan sistematika penulisan yang tepat.
Sistematika penulisan laporan Penelitian Tindakan Kelas menjadi hal penting yang perlu dipahami sebelum guru mulai menyusun dokumen penelitian. Laporan PTK tidak sekadar berisi cerita tentang kegiatan pembelajaran, tetapi juga memuat latar belakang masalah, landasan teori, metode penelitian, hasil tindakan, hingga kesimpulan berdasarkan data yang diperoleh.
Lantas, bagaimana susunan laporan PTK yang benar? Berikut penjelasan lengkap mengenai struktur dan isi setiap bagian laporan Penelitian Tindakan Kelas yang dapat dijadikan pedoman.
Apa Itu Laporan Penelitian Tindakan Kelas?
Laporan Penelitian Tindakan Kelas adalah dokumen tertulis yang menyajikan seluruh proses dan hasil penelitian yang dilakukan oleh guru di kelasnya sendiri. Penelitian ini bertujuan memperbaiki praktik pembelajaran melalui tindakan tertentu yang direncanakan, dilaksanakan, diamati, dan direfleksikan secara berulang.
Dalam pelaksanaannya, PTK umumnya menggunakan siklus yang terdiri atas empat tahapan utama, yaitu perencanaan (planning), pelaksanaan tindakan (acting), pengamatan (observing), dan refleksi (reflecting).
Sebagai contoh, seorang guru menemukan bahwa sebagian besar peserta didik mengalami kesulitan memahami materi pelajaran. Guru kemudian menerapkan metode pembelajaran berbasis permainan untuk meningkatkan pemahaman siswa. Hasil penerapan metode tersebut diamati dan dievaluasi untuk menentukan apakah tindakan yang dilakukan berhasil atau masih memerlukan perbaikan.
Seluruh proses tersebut kemudian dituangkan ke dalam laporan penelitian agar dapat menjadi bukti pelaksanaan penelitian sekaligus sumber referensi bagi pendidik lainnya.
Baca juga: Contoh Judul PTK SD, SMP, dan SMA Berdasarkan Mata Pelajaran
Sistematika Penulisan Laporan Penelitian Tindakan Kelas
Secara umum, laporan PTK terdiri atas tiga bagian utama, yaitu bagian awal, bagian isi, dan bagian akhir. Setiap bagian mempunyai fungsi dan unsur penulisan yang saling berkaitan.
1. Bagian Awal Laporan PTK
Bagian awal merupakan bagian pendahuluan dokumen yang berisi identitas penelitian dan informasi pendukung sebelum memasuki pembahasan utama.
Unsur-unsur bagian awal laporan PTK meliputi:
a. Halaman Judul
Halaman judul memuat informasi utama mengenai penelitian, seperti judul PTK, nama peneliti, identitas sekolah, dan tahun penyusunan laporan.
Judul penelitian sebaiknya menggambarkan masalah yang diteliti, tindakan yang diterapkan, serta subjek atau kelas penelitian.
Contoh judul:
“Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Matematika melalui Model Problem Based Learning pada Siswa Kelas V SD.”
b. Halaman Pengesahan
Halaman pengesahan berisi pernyataan bahwa laporan penelitian telah diperiksa atau disahkan oleh pihak yang berwenang sesuai ketentuan lembaga atau sekolah.
Biasanya, bagian ini mencantumkan nama peneliti, kepala sekolah, pembimbing, serta tanggal pengesahan jika dipersyaratkan.
c. Pernyataan Keaslian
Bagian ini memuat pernyataan peneliti bahwa laporan yang disusun merupakan hasil penelitian sendiri dan tidak melakukan plagiarisme. Pencantuman bagian ini mengikuti ketentuan institusi atau penyelenggara penelitian.
d. Abstrak
Abstrak merupakan ringkasan keseluruhan penelitian yang disajikan secara singkat dan jelas. Isinya meliputi latar belakang masalah, tujuan penelitian, metode yang digunakan, hasil penelitian, dan kesimpulan.
Abstrak umumnya ditulis dalam satu atau dua paragraf dengan panjang mengikuti pedoman yang berlaku.
e. Kata Pengantar
Kata pengantar berisi ungkapan rasa syukur, tujuan penyusunan laporan, serta ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang membantu pelaksanaan penelitian.
f. Daftar Isi
Daftar isi menunjukkan susunan bab, subbab, dan halaman dalam laporan sehingga pembaca dapat menemukan informasi yang dibutuhkan dengan mudah.
g. Daftar Tabel, Gambar, dan Lampiran
Bagian ini dicantumkan apabila laporan memuat tabel, gambar, grafik, atau lampiran. Tujuannya untuk memudahkan pembaca menemukan informasi pendukung dalam laporan.
2. Bagian Isi Laporan PTK
Bagian isi merupakan inti dari laporan Penelitian Tindakan Kelas. Pada bagian ini, peneliti menjelaskan permasalahan, teori yang digunakan, metode penelitian, pelaksanaan tindakan, hingga hasil yang diperoleh.
Umumnya, bagian isi laporan PTK disusun menjadi lima bab berikut.
BAB I PENDAHULUAN
Bab pendahuluan menjelaskan alasan penelitian dilakukan dan permasalahan yang menjadi fokus tindakan perbaikan pembelajaran.
Unsur-unsur yang terdapat dalam Bab I meliputi:
A. Latar Belakang Masalah
Berisi uraian mengenai kondisi pembelajaran yang melatarbelakangi dilaksanakannya penelitian. Peneliti perlu menjelaskan permasalahan nyata yang ditemukan di kelas berdasarkan hasil pengamatan, nilai evaluasi, atau pengalaman mengajar.
B. Identifikasi Masalah
Menguraikan berbagai permasalahan pembelajaran yang ditemukan dan berkaitan dengan topik penelitian.
C. Batasan Masalah
Menjelaskan ruang lingkup penelitian agar pembahasan lebih terarah dan tidak terlalu luas.
D. Rumusan Masalah
Berisi pertanyaan penelitian yang akan dijawab melalui tindakan yang dilakukan.
Contoh: “Apakah penerapan model pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V pada mata pelajaran Matematika?”
E. Tujuan Penelitian
Menjelaskan tujuan yang ingin dicapai melalui pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas.
F. Manfaat Penelitian
Menguraikan manfaat penelitian bagi peserta didik, guru, sekolah, maupun pihak lain yang berkepentingan dengan peningkatan kualitas pembelajaran.
BAB II KAJIAN PUSTAKA
Bab kajian pustaka berisi teori, konsep, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan permasalahan serta tindakan yang digunakan.
Susunan Bab II biasanya meliputi:
A. Kajian Teori
Menjelaskan teori yang berkaitan dengan variabel atau fokus penelitian. Misalnya, pengertian hasil belajar, model pembelajaran, media pembelajaran, motivasi belajar, atau konsep lain yang mendukung penelitian.
B. Penelitian yang Relevan
Memuat hasil penelitian sebelumnya yang mempunyai hubungan dengan topik penelitian. Bagian ini membantu memperkuat dasar pemikiran peneliti.
C. Kerangka Berpikir
Menjelaskan hubungan antara permasalahan yang ditemukan, tindakan yang diberikan, dan hasil yang diharapkan.
D. Hipotesis Tindakan
Berisi dugaan sementara mengenai hasil yang akan dicapai setelah tindakan diterapkan.
Contoh: “Penerapan model pembelajaran Problem Based Learning diduga dapat meningkatkan hasil belajar Matematika siswa kelas V SD.”
BAB III METODE PENELITIAN
Bab metode penelitian menjelaskan bagaimana Penelitian Tindakan Kelas dilaksanakan. Informasi yang disajikan harus cukup jelas agar pembaca dapat memahami prosedur penelitian.
Unsur-unsurnya meliputi:
A. Jenis Penelitian
Menjelaskan bahwa penelitian yang dilakukan merupakan Penelitian Tindakan Kelas atau PTK.
B. Tempat dan Waktu Penelitian
Menguraikan lokasi serta waktu pelaksanaan penelitian.
C. Subjek Penelitian
Menjelaskan peserta didik atau kelompok yang menjadi subjek penelitian, termasuk jumlah siswa dan karakteristik yang relevan.
D. Desain Penelitian
Menjelaskan rancangan penelitian yang digunakan, termasuk jumlah siklus dan tahapan tindakan.
Pada umumnya, setiap siklus PTK terdiri atas empat tahapan:
- Perencanaan (Planning): menyusun rencana tindakan, perangkat pembelajaran, instrumen pengamatan, dan kebutuhan penelitian.
- Pelaksanaan (Acting): menerapkan tindakan sesuai rencana yang telah disusun.
- Pengamatan (Observing): mengumpulkan data selama tindakan berlangsung.
- Refleksi (Reflecting): menganalisis hasil tindakan untuk menentukan perbaikan pada siklus berikutnya.
E. Teknik Pengumpulan Data
Menjelaskan cara peneliti memperoleh data, misalnya melalui observasi, tes hasil belajar, wawancara, dokumentasi, dan catatan lapangan.
F. Instrumen Penelitian
Memuat alat yang digunakan untuk mengumpulkan data, seperti lembar observasi, soal evaluasi, pedoman wawancara, dan dokumentasi kegiatan.
G. Teknik Analisis Data
Menjelaskan cara mengolah dan menganalisis data penelitian. Data dapat dianalisis secara kuantitatif, kualitatif, atau menggunakan kombinasi keduanya sesuai tujuan penelitian.
H. Indikator Keberhasilan
Menentukan kriteria yang digunakan untuk mengetahui apakah tindakan telah mencapai tujuan penelitian.
Contohnya, penelitian dinyatakan berhasil apabila persentase ketuntasan belajar mencapai target yang telah ditetapkan berdasarkan kondisi awal dan kriteria penelitian.
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Bab IV merupakan bagian yang menyajikan hasil pelaksanaan tindakan dan analisis terhadap data yang diperoleh selama penelitian.
Susunan pembahasannya dapat meliputi:
A. Deskripsi Kondisi Awal
Menguraikan kondisi pembelajaran sebelum tindakan diberikan. Peneliti dapat menyajikan hasil observasi, nilai awal siswa, serta permasalahan yang ditemukan.
B. Pelaksanaan Siklus I
Menjelaskan proses penelitian pada siklus pertama yang meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi.
C. Pelaksanaan Siklus II
Menguraikan tindakan perbaikan yang dilakukan berdasarkan hasil refleksi siklus sebelumnya. Jika penelitian membutuhkan siklus tambahan, pelaksanaannya dijelaskan dengan pola yang sama.
D. Hasil Penelitian
Menyajikan data yang diperoleh selama penelitian, misalnya perubahan aktivitas belajar, peningkatan motivasi, atau hasil evaluasi peserta didik.
Data sebaiknya dilengkapi tabel, grafik, maupun uraian yang memudahkan pembaca memahami perkembangan hasil penelitian.
E. Pembahasan
Menganalisis hasil penelitian dan menghubungkannya dengan teori serta penelitian terdahulu yang relevan. Peneliti perlu menjelaskan mengapa tindakan yang diterapkan berhasil atau belum berhasil mencapai target.
Baca juga: Langkah-Langkah Menyusun Proposal Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang Sistematis dan Mudah Dipahami
BAB V PENUTUP
Bab penutup merupakan bagian akhir dari pembahasan utama laporan PTK.
Bagian ini biasanya terdiri atas:
A. Kesimpulan
Berisi jawaban atas rumusan masalah berdasarkan hasil penelitian. Kesimpulan harus sesuai dengan data yang telah disajikan dan tidak memuat klaim yang tidak didukung oleh hasil penelitian.
B. Saran
Berisi rekomendasi berdasarkan hasil penelitian bagi guru, peserta didik, sekolah, dan peneliti selanjutnya.
Saran sebaiknya bersifat praktis, jelas, dan berkaitan langsung dengan hasil penelitian.
3. Bagian Akhir Laporan PTK
Setelah bagian isi selesai, laporan Penelitian Tindakan Kelas dilengkapi dengan bagian akhir sebagai pendukung dan bukti pelaksanaan penelitian.
Bagian akhir laporan PTK meliputi:
a. Daftar Pustaka
Memuat seluruh sumber referensi yang digunakan dalam penyusunan laporan, seperti buku, jurnal ilmiah, artikel penelitian, dan sumber akademik lainnya.
Penulisan daftar pustaka harus mengikuti gaya sitasi yang ditentukan oleh institusi atau pedoman penelitian.
b. Lampiran
Lampiran berisi dokumen pendukung yang berkaitan dengan pelaksanaan penelitian. Beberapa contoh lampiran laporan PTK antara lain:
- Modul ajar atau Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).
- Lembar observasi aktivitas guru dan peserta didik.
- Instrumen atau soal evaluasi.
- Hasil penilaian peserta didik.
- Rekapitulasi data penelitian.
- Dokumentasi kegiatan pembelajaran.
- Surat izin atau dokumen pendukung penelitian jika diperlukan.
Lampiran harus relevan dengan kegiatan penelitian dan mendukung informasi yang disampaikan dalam bagian isi laporan.
Contoh Susunan Daftar Isi Laporan Penelitian Tindakan Kelas
Untuk mempermudah penyusunan dokumen, berikut contoh sistematika daftar isi laporan PTK yang dapat dijadikan referensi.
BAGIAN AWAL
- Halaman Judul
- Halaman Pengesahan
- Pernyataan Keaslian
- Abstrak
- Kata Pengantar
- Daftar Isi
- Daftar Tabel
- Daftar Gambar
- Daftar Lampiran
BAB I PENDAHULUAN
- A. Latar Belakang Masalah
- B. Identifikasi Masalah
- C. Batasan Masalah
- D. Rumusan Masalah
- E. Tujuan Penelitian
- F. Manfaat Penelitian
BAB II KAJIAN PUSTAKA
- A. Kajian Teori
- B. Penelitian yang Relevan
- C. Kerangka Berpikir
- D. Hipotesis Tindakan
BAB III METODE PENELITIAN
- A. Jenis Penelitian
- B. Tempat dan Waktu Penelitian
- C. Subjek Penelitian
- D. Desain Penelitian
- E. Teknik Pengumpulan Data
- F. Instrumen Penelitian
- G. Teknik Analisis Data
- H. Indikator Keberhasilan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
- A. Deskripsi Kondisi Awal
- B. Hasil Penelitian Siklus I
- C. Hasil Penelitian Siklus II
- D. Hasil Penelitian
- E. Pembahasan
BAB V PENUTUP
- A. Kesimpulan
- B. Saran
BAGIAN AKHIR
- Daftar Pustaka
- Lampiran
Susunan tersebut merupakan contoh format umum. Beberapa perguruan tinggi, sekolah, lembaga pendidikan, atau penyelenggara program pengembangan profesi guru dapat memiliki pedoman penulisan laporan PTK yang berbeda. Oleh karena itu, peneliti perlu menyesuaikan format akhir dengan ketentuan yang berlaku.
Tips Menyusun Laporan PTK agar Sistematis dan Berkualitas
Selain memahami susunan bab dan subbab, guru juga perlu memperhatikan kualitas isi laporan. Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan agar laporan PTK lebih terstruktur dan mudah dipahami.
1. Pilih Permasalahan yang Benar-Benar Terjadi di Kelas
Penelitian sebaiknya berangkat dari permasalahan nyata yang ditemukan selama proses pembelajaran, bukan sekadar memilih topik yang sedang populer.
2. Gunakan Judul yang Spesifik
Judul harus menggambarkan tindakan yang diterapkan, masalah yang ingin diperbaiki, dan subjek penelitian secara jelas.
3. Sajikan Data secara Objektif
Setiap hasil penelitian harus didukung data yang benar-benar diperoleh selama pelaksanaan tindakan. Hindari mengubah atau membuat data hanya untuk menunjukkan keberhasilan penelitian.
4. Jelaskan Setiap Siklus secara Runtut
Uraikan tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi secara lengkap agar pembaca memahami perkembangan tindakan dari satu siklus ke siklus berikutnya.
5. Gunakan Referensi yang Relevan
Pilih sumber ilmiah yang berkaitan langsung dengan topik penelitian. Pastikan informasi yang dikutip mempunyai sumber yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
6. Perhatikan Konsistensi Penulisan
Gunakan istilah, format judul, penomoran, tabel, dan sistem sitasi secara konsisten dari awal hingga akhir laporan.
7. Periksa Kembali Kelengkapan Laporan
Sebelum laporan diserahkan, periksa kesesuaian antara rumusan masalah, tujuan, metode, hasil penelitian, dan kesimpulan. Pastikan seluruh lampiran yang disebutkan dalam laporan tersedia.
Baca juga: Pengertian Penelitian Tindakan Kelas dan Tujuannya
Kesimpulan
Sistematika penulisan laporan Penelitian Tindakan Kelas pada dasarnya terdiri atas tiga bagian utama, yaitu bagian awal, bagian isi, dan bagian akhir. Bagian awal memuat identitas serta informasi pendukung penelitian. Bagian isi terdiri atas lima bab, mulai dari pendahuluan, kajian pustaka, metode penelitian, hasil penelitian dan pembahasan, hingga penutup. Sementara itu, bagian akhir mencakup daftar pustaka dan lampiran.
Dengan memahami susunan tersebut, guru dapat menyusun laporan PTK secara lebih terarah, sistematis, dan mudah dipahami. Hal terpenting adalah memastikan bahwa setiap bagian laporan menggambarkan proses penelitian yang benar-benar dilakukan serta didukung data yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Laporan PTK yang berkualitas bukan hanya menjadi dokumen administratif, tetapi juga dapat menjadi sarana refleksi dan pengembangan profesional guru dalam meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah.







